Rem Sepeda


Beberapa tipe rem sepeda :
1. Rim Brakes
pada prinsipnya mekanisme kerja rim brakes ini adalah melambatkan laju perputaran roda dengan jalan menekan ataupun menggesekkan karet di dinding rim (rims wall) alias velg. dalam perkembangannya terdapat beberapa jenis rem yang menggunakan mekanisme seperti ini.
– single pivot side pull caliper brakes mekanisme pengereman yang sering kita jumpai pada sepeda jengki/yankee.
– center pull caliper brakes seperti yang dipergunakan di beberapa sepeda bmx dan mtb model lama, dengan pivot yang menempel di fork/ crown (bawah steertube)
– dual pivot caliper brakes seperti yang dipergunakan oleh shimano pada awal tahun 1990 an
– cantilever, direct pull dan linear pull brakes
cantilever ini populer dipergunakan pada sepeda mtb yang masuk ke indonesia pada awal berkembangnya mtb di dunia, seperti yang terpata pada sepeda saya si gary fisher.
linear pull brakes atau yang dikenal saat ini dengan nama v brake merupakan model yang paling umum kita jumpai.

2. Drum Brakes alias Rem Tromol
rem ini mekanisme kerjanya adalah menekan permukaan hub atau freehub sepeda dengan kampas/bantalan yang berfungsi mengurangi kecepatan perputaran roda. rem tromol ini masih banyak kita jumpai di sepeda model lama, atau bahkan sepeda jengki buatan taiwan/china atau sepeda buatan dalam negeri. drum brake ini dipopulerkan di negeri belanda.
drum brake alias rem tromol ini memiliki keungulan apabila dipergunakan dalam kondisi basah masih tetap dapat berfungsi dengan baik. selain itu rem ini juga sangat sedikit membutuhkan perawatan. akan tetapi rem ini juga memiliki kelemahan, yaitu berat dan rumit dala penyetelan.

3. Coaster Brakes alias Rem Torpedo
rem ini hampir sama dengan drum brakes dimana komponen nya terintegrasi dengan hub dan freehub dimana pada saat kita mengerem kita harus mengayuh pedal kita ke belakang sehingga disebut juga dengan back pedal brake atau foot brake.
rem torpedo biasanya hanya dapat dipergunakan untuk single speed dan memiliki kelemahan yang mendasar yaitu mudah panas apabila dipergunakan untuk mengerem secara terus menerus.

4. Discbrakes

disck brake sampai saat ini dianggap sebagai sistem pengereman pada sepeda yang paling efisien dan efektif pada sepeda karena tidak akan terkena lumpur dan air yang sangat mengganggu layakanya V-Brake, tapi ini semua jg relatif tergantung kebutuhan dan model gaya kita, ada keungulan dan kekurangannya misal: v-brake enteng, disc brake berat, dll.

Nha, discbrake sendiri ada dua jenis yaitu: Mekanikal dan Mineral (hydraullic)

Adapun mekanikal disck brake terdiri dari:
1.Lever
2.Outer dan inner cable
3.Kaliper
4.Rotor

Pada hydraulic komponen nya sama persis melainkan hanya berbeda sistem dan material dalamnnya
1.Lever
2.Kabel bisa disebut Hose yang berisi Mineral, biasanya menggunakan DOT a.k.a minyak rem
3.Kaliper
4.rotor

perbedaan paling mendasar yaitu adaah sistem pengereman kalo mekanik kabel akan menggerakkan pad(kampas rem) hanya satu sisi untuk mengentikan putaran rotor, sedangkan pada hydraulic yaitu dua sisi pad akan menghentikan putaran rotor, maka itu yang hydrauic lebih pakem

Info b2w-jogja,

1.http://www.abc-of-mountainbiking.com/mountain-biking-techniques/using-brakes.asp
2.http://en.wikipedia.org/wiki/Bicycle_brake_systems

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s